Rupiah Kembali Tertekan, Dibuka Rp17.731 per Dolar AS di Tengah Kenaikan Yield Obligasi dan Harga Minyak

Daftar Isi

 



JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu, 16 September 2026. Rupiah dibuka di level Rp17.731 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah tersebut terjadi sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga mengalami tekanan terhadap dolar AS.

Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Pada perdagangan pagi tersebut, yuan China tercatat turun 0,02 persen. Dolar Singapura melemah 0,06 persen, yen Jepang terkoreksi 0,15 persen, sedangkan won Korea Selatan terdepresiasi lebih dalam sebesar 0,46 persen.

Dolar Hong Kong juga turun 0,12 persen terhadap dolar AS.

Meski demikian, tidak seluruh mata uang Asia bergerak melemah. Peso Filipina tercatat menguat 0,11 persen, sementara ringgit Malaysia terapresiasi 0,25 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang kawasan masih berlangsung di tengah penguatan dolar AS.

Mata Uang Negara Maju Ikut Tertekan

Tekanan juga terlihat pada kelompok mata uang utama negara maju yang dipantau. Seluruh mata uang tersebut tercatat melemah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi.

Euro Eropa turun 0,07 persen, poundsterling Inggris melemah 0,07 persen, dolar Australia terkoreksi 0,14 persen, dolar Kanada turun 0,11 persen, dan franc Swiss melemah 0,09 persen.

Investor Menanti Sikap The Fed

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih akan menghadapi tekanan terhadap dolar AS.

Menurut Lukman, kenaikan imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan pasar. Kondisi tersebut turut meningkatkan antisipasi investor terhadap kemungkinan sikap hawkish atau kebijakan moneter yang cenderung ketat dari Federal Reserve (The Fed).

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS, di tengah imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia yang masih terus naik, memicu antisipasi investor akan sikap hawkish The Fed pada FOMC malam ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp17.600-Rp17.700

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Perhatian pelaku pasar selanjutnya tertuju pada keputusan dan sinyal kebijakan The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari waktu setempat.

Pergerakan imbal hasil obligasi AS, harga minyak dunia, serta arah kebijakan The Fed menjadi sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap rupiah dalam perdagangan selanjutnya.

Sumber: CNN Indonesia, 16 September 2026.

Posting Komentar