Harga Emas Antam 17 Agustus 2026 Naik Tipis, Spread Buyback Rp147.000 per Gram
JAKARTA — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Senin, 17 Agustus 2026, tercatat naik tipis. Kenaikan terjadi pada harga jual maupun harga pembelian kembali atau buyback.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam, harga emas batangan ukuran 1 gram berada di Rp2.677.000 per gram pada 17 Agustus 2026. Angka tersebut naik Rp2.000 per gram dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp2.675.000.
Data harga resmi Logam Mulia Antam juga mencatat harga dasar emas 1 gram sebesar Rp2.677.000 sebelum perhitungan pajak PPh 0,25 persen.
Buyback Naik Rp5.000
Pada saat yang sama, harga buyback Antam meningkat Rp5.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.525.000 menjadi Rp2.530.000 per gram.
Dengan demikian, terdapat selisih antara harga ketika masyarakat membeli emas dan harga ketika emas tersebut dijual kembali kepada Antam.
Komponen
Harga per Gram
Harga emas Antam
Rp2.677.000
Harga buyback
Rp2.530.000
Selisih (spread)
Rp147.000
Artinya, seseorang yang membeli emas 1 gram pada harga Rp2.677.000 kemudian langsung menjualnya kembali berdasarkan harga buyback Rp2.530.000, secara sederhana menghadapi selisih Rp147.000 per gram.
Apa Arti Spread?
Spread adalah perbedaan antara harga beli emas dari Antam dan harga yang diterima ketika emas tersebut dijual kembali kepada Antam.
Sederhananya, harga beli dan harga jual kembali memang tidak sama.
Karena itu, kenaikan harga emas sedikit saja belum tentu membuat pemilik emas langsung memperoleh keuntungan. Harga emas harus naik cukup tinggi untuk menutup spread tersebut dan biaya atau pajak yang mungkin berlaku dalam transaksi.
Antam sendiri menjelaskan bahwa harga emas dan buyback merupakan dua harga yang berbeda dalam transaksi emas. Situs resmi Logam Mulia juga menyediakan informasi harga serta layanan buyback.
Kinerja Investasi Tidak Selalu Untung dalam Jangka Pendek
Data yang disajikan menunjukkan bahwa investor yang membeli emas pada beberapa periode 2026 masih berada dalam posisi rugi apabila emas tersebut dihitung berdasarkan harga buyback 17 Agustus 2026.
Sebagai ilustrasi:
10 Agustus 2026: beli Rp2.690.000/gram, potensi rugi sekitar 5,95 persen.
17 Juli 2026: beli Rp2.606.000/gram, potensi rugi sekitar 2,92 persen.
17 Mei 2026: beli Rp2.769.000/gram, potensi rugi sekitar 8,63 persen.
17 Februari 2026: beli Rp2.918.000/gram, potensi rugi sekitar 13,30 persen.
Sebaliknya, pembelian pada periode yang lebih lama masih menunjukkan potensi keuntungan berdasarkan harga buyback tersebut. Investor yang membeli pada 17 Agustus 2025, misalnya, memiliki potensi keuntungan sekitar 33,44 persen, sedangkan pembelian pada 17 Februari 2025 mencapai sekitar 51,41 persen.
Angka tersebut menunjukkan satu hal penting: jangka waktu sangat menentukan hasil investasi emas, karena investor harus melewati spread antara harga pembelian dan harga buyback.
Harga Emas Dunia Ikut Menjadi Faktor
Kenaikan harga emas Antam juga tidak terlepas dari perkembangan pasar emas global. Pada Senin, 17 Agustus 2026, harga emas spot dunia naik sekitar 0,9 persen menjadi US$4.417,24 per troy ounce.
Reuters melaporkan kenaikan tersebut didukung pelemahan dolar AS dan berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pelaku pasar juga mencermati ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Pergerakan tersebut relevan bagi pasar emas Indonesia karena harga emas domestik turut dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Logam Mulia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS dapat membuat harga emas dalam rupiah cenderung lebih tinggi, sementara penguatan rupiah dapat memberikan tekanan sebaliknya.
Mengapa Emas Lebih Tepat Dilihat sebagai Investasi Jangka Panjang?
Emas memang sering digunakan sebagai aset untuk menjaga nilai kekayaan, tetapi pergerakannya tetap mengalami naik-turun. Karena terdapat spread antara harga beli dan buyback, keuntungan tidak dapat dihitung hanya dengan melihat kenaikan harga jual emas.
Logam Mulia juga menekankan pentingnya melihat tren harga dalam periode waktu tertentu, bukan mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga satu hari.
Dengan spread Rp147.000 per gram pada 17 Agustus 2026, investor perlu memperhitungkan selisih tersebut sebelum menyimpulkan apakah investasi emas sudah menghasilkan keuntungan.
Kesimpulan
Harga emas Antam pada 17 Agustus 2026 naik Rp2.000 menjadi Rp2.677.000 per gram, sementara harga buyback meningkat Rp5.000 menjadi Rp2.530.000 per gram.
Dengan demikian, spread antara harga beli dan buyback mencapai Rp147.000 per gram.
Intinya, membeli emas bukan berarti otomatis langsung untung ketika harga bergerak naik. Investor harus memperhitungkan spread, pajak atau biaya transaksi yang berlaku, harga beli, serta jangka waktu kepemilikan.
Pergerakan emas dunia, dolar AS, kebijakan suku bunga The Fed, kondisi ekonomi, inflasi, serta ketidakpastian geopolitik juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi arah harga emas.
Karena itu, data harga harian sebaiknya digunakan sebagai informasi pasar, bukan sebagai jaminan keuntungan investasi.

Posting Komentar