Anggaran MBG 2027 Tembus Rp240 Triliun, BGN Siapkan 2.700 Dapur di Wilayah 3T

Daftar Isi


JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 mencapai sekitar Rp240 triliun. Kepastian tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono setelah bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam sejak pukul 10.00 WIB di Gedung Juanda, Jakarta, membahas sejumlah aspek penting pelaksanaan MBG, mulai dari operasional distribusi, sistem keuangan, penganggaran hingga pengelolaan dapur MBG.

27.485 Dapur MBG Beroperasi

Sudaryono mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 27.485 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di berbagai wilayah.

Namun, di sisi lain, BGN juga telah menghentikan operasional 463 dapur.

Menurut Sudaryono, evaluasi terhadap operasional dapur menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program MBG berjalan lebih efektif dan sesuai ketentuan.

Sistem Pelaporan Akan Terintegrasi

Selain membahas anggaran, BGN dan Kementerian Keuangan juga membicarakan integrasi sistem administrasi dan pelaporan.

Sudaryono mengatakan, konektivitas antara sistem Kementerian Keuangan dengan sistem SIPGN milik BGN diperlukan untuk mengurangi pencatatan operasional secara manual.

Ia menegaskan, petugas yang bekerja di lapangan maupun dapur MBG nantinya diharapkan dapat melakukan pelaporan melalui sistem yang terintegrasi sehingga proses administrasi menjadi lebih mudah dan efisien.

Dengan sistem tersebut, pencatatan tidak lagi sepenuhnya mengandalkan proses manual.

Anggaran MBG 2027 Rp240 Triliun

Pembahasan utama lainnya adalah rencana pelaksanaan MBG pada 2027, khususnya terkait kebutuhan anggaran.

Sudaryono menegaskan, anggaran MBG untuk 2027 dipatok sekitar Rp240 triliun.

"Ya yang tentu saja Anda semua sudah tahu, anggarannya sekitar Rp240 triliun," kata Sudaryono.

Besarnya anggaran tersebut menunjukkan skala program MBG yang semakin luas dan menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

BGN Pastikan Anggaran 2026 Masih Cukup

Untuk pelaksanaan MBG sepanjang 2026, Sudaryono memastikan BGN masih dapat menjalankan program dengan anggaran yang tersedia.

Ia menyatakan tidak diperlukan tambahan anggaran untuk 2026, karena pagu yang ada saat ini dinilai masih dapat dimaksimalkan.

"Insyaallah tidak perlu adanya penambahan anggaran, anggaran yang sekarang di 2026 ini, insyaallah bisa kami maksimalkan tanpa ada penambahan anggaran," tegas Sudaryono.

2.700 Dapur Disiapkan untuk Wilayah 3T

BGN juga tengah mempersiapkan perluasan layanan MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Aktivasi dapur-dapur di wilayah tersebut ditargetkan mulai dilakukan secara bertahap pada September 2026.

Sudaryono mengungkapkan, terdapat sekitar 2.700 dapur yang sudah siap beroperasi untuk mendukung distribusi MBG di wilayah 3T.

Pembukaan dapur tersebut akan dilakukan secara bertahap, termasuk di daerah yang dinilai memiliki kebutuhan pemenuhan gizi yang tinggi.

"Ada 2.700 yang sudah siap, kemudian kami secara bertahap akan kami buka, termasuk juga membuka dapur-dapur yang memang di situ banyak yang membutuhkan," ujar Sudaryono.

Dengan demikian, fokus BGN ke depan bukan hanya memperluas cakupan penerima MBG, tetapi juga memperkuat sistem operasional, digitalisasi pelaporan, efisiensi anggaran, serta memastikan program menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit terlayani.

Sumber: CNBC Indonesia, 28 Agustus 2026.

Jika ingin, saya juga bisa �⁠membuatkan versi lebih tajam dengan gaya berita media online, termasuk �⁠judul yang lebih menarik untuk menarik pembaca tanpa mengubah fakta.
 

Posting Komentar